Halo sahabat BroSib! Bagaimana kabar kalian? Kuharap baik-baik saja. Pada kesempatan ini, saya akan menuliskan sebuah artikel mengenai alasan mengapa siswa membenci hari senin. Sebelum menuju ke inti permasalahan artikel, lebih baik saya berbicara sesuatu hal terlebih dahulu nih sahabat BroSib.Sebenarnya hari senin itu tidak hanya dibenci oleh kalangan siswa saja. Bahkan eseorang yang sudah berkarir pun turut membencinya. Berbagai alasanpun dilontarkan apabila kita menanyakan perihal mengapa mereka membenci hari senin. Padahal hari senin itulah hari dimana semangat seseorang kembali dikobarkan.
Dengan adanya hari senin, kita dapat memulai aktivitas lagi setelah adanya hari libur. Coba bayangkan apabila semua hari diliburkan dan kita tidak melakukan aktivitas apapun. Pada awalnya kita pasti akan berpikir bahwa hal tersebut seru dan menyenangkan. Tetapi apabila anda berpikir secara cermat dan teliti, kalian pasti akan berpikir bahwa hal tersebut akan membawa resiko yang besar bagi diri kita sendiri maupun orang lain.
Dengan tidak adanya aktivitas pun dalam hidup kita, maka kehidupan kita akan terasa hampa serta bagaikan debu yang tertiup angin, maksudnya adalah tidak berguna. Hidup kita tidak akan produktif, bermalas-malasan akan menjadi kebiasaan kita. Serta kesehatan pun akan menjadi taruhannya. Jadi. dengan adanya hari senin inilah semangat anda akan dipulihkan setelah anda bermalas-malasan ketika hari libur.
Baiklah sahabat BroSib, tanpa banyak bicara lagi akan saya tampilkan alasan mengapa siswa membenci hari senin, berikut inilah jawabannya :
1. Adanya Upacara
Upacara merupakan kegiatan yang seringkali dilakukan ketika hari senin oleh para siswa maupun pelajar di Indonesia. Kegiatan ini diadakan rutin di seluruh sekolah di Indonesia. Dengan adanya kegiatan inilah diharapkan seluruh siswa maupun pelajar di Indonesia mengerti akan semangat juang serta kegigihan pahlawan dalam masa penjajahan.
Namun, hal tersebut sangat disayangkan. Zaman sekarang, para penerus bangsa malah tidak tahu bahkan tidak ingin tahu mengenai makna dari kegiatan upacara tersebut. Hal ini kita ketahui dengan malasnya para pelajar indonesia ketika diadakannya kegiatan upacara di sekolahnya. Mungkin menurut mereka kegiatan ini membosankan dan membuat mereka lelah. Apalagi kegiatan ini diadakan di hari senin bertepatan setelah mereka merasakan hari liburnya masing-masing.
2. Jam Masuk Sekolah Dimajukan
Mungkin di beberapa sekolah di Indonesia ketika hari senin jam masuk untuk para siswa dimajukan agar para siswa masuk sekolah lebih pagi demi terlaksananya kegiatan upacara. Tetapi, hal inilah yang justru memicu beban bagi para siswa dan malah membuat para siswa membenci hari senin. Dengan dimajukannya jadwal masuk, para siswa pasti akan bermalas malasan untuk berangkat sekolah.
Bahkan lebih parahnya lagi, kemungkinan ada siswa yang rela untuk tidak masuk sekolah/telat dikarenakan terlalu pagi jadwal masuk sekolah siswa tersebut. Diantara beberapa sekolah yang menerapkan hal yang sedemikian, ada juga sekolah yang tidak merubah jadwal masuk alias tetap. Walaupun kebijakan seperti ini diterapkan, tetap saja hal tersebut tidak membuat siswa untuk giat sekolah.
Memang sulit untuk memahami karakter para siswa. Tidak mungkin diantara sekian banyak siswa memiliki karakteristik yang sama persis. Dengan hal seperti inilah seharusnya guru harus mempertimbangkan matang-matang mengenai kebijakan sekolah agar para siswa tidak membenci lagi hari senin.
3. Adanya Pelajaran yang Tidak disukai Para Siswa
Pelajaran memanglah bagian utama dari sebuah sekolah. Tanpa adanya pelajaran, sebuah sekolah tidak ada gunanya. Namun, justru hal terpenting inilah yang menentukan masa depan siswa. Dengan adanya pelajaran, siswa dapat mengetahui tolak ukur kemampuannya. Namun, diantara sekian banyak pelajaran yang ditetapkan, ada seberapa pelajaran yang tidak disukai oleh para siswa.
Kebanyakan pelajar di Indonesia tidak menyukai pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, bahkan pelajaran bahasanya sendiri, yaitu Bahasa Indonesia. Banyak alasan mengapa para pelajar tidak menyukai pelajaran tersebut, diantaranya dikarenakan sulit memahamui, rumusnya terlalu berbelit-belit, dll.
Setiap hari senin kebanyakan sekolah di Indonesia menetapkan pelajaran-pelajaran yang tidak disukai para siswa di hari senin. Justru hal inilah yang malah membuat para siswa tidak produktif lagi dalam pembelajaran. Lalu bagaimanakah solusinya? Solusinya sangatlah mudah yaitu dibutuhkannya peran guru dalam merubah anggapan siswa terhadap pelajaran yang awalnya membosankan menjadi pelajaran yang menyenangkan.Untuk mewujudkan memang dibutuhkan kesabaran guru dalam membina serta menididik murid-muridnya.
4. Adanya Guru Killer
Guru merupakan seseorang yang harus diteladani dan dipatuhi oleh siapa saja. Tanpa guru kita tidak mungkin menjadi sukses seperti saat ini. Guru adalah pahlawan tanpa jasa yang berarti bersedia serta siap dalam mengajari serta mengayomi para generasi penerus bangsa dalam menimba ilmu. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, setiap guru pasti memiliki kepribadian serta watak yang berbeda-beda.
Dengan inilah murid dapat menilai guru manakah yang ramah atau kasar dalam mengajar. Kebanyakan murid di seluruh Indonesia menyukai guru yang ramah ketika mengajar. Tetapi bukan berarti apabila murid menyukai guru yang seperti ini, lantas semua guru di Indonesia menjadi ramah, ada beberapa guru yang tetap menerapkan kekasaran dalam mengajar, guru seperti ini disebut guru killer.
Banyak alasan mengapa siswa membenci guru killer, yang pasti dengan adanya guru killer, membuat para siswa enggan mengikuti pelajarannya. Bahkan ada yang rela menghindar ketika bertemu guru tersebut. Lalu bagaimanakah solusinya? Menurut saya pribadi, seharusnya siswa harus dapat menyesuaikan dengan guru mereka masing-masing. Ramah atau kasarnya seseorang diakibatkan karena karakteristik antara kedua individu yang berbeda.
Para siswa tidak boleh menghendaki guru yang kasar dalam mengajar menjadi ramah, dikarenakan watak masing-masing orang berbeda. Seharusnya para siswa dapat beradaptasi ketika guru tersebut memberikan pembelajaran. Kasarnya guru dalam mengajar bertujuan agar para siswa menjadi penerus bangsa yang disiplin serta memiliki mental yang tangguh.
5. Diharuskannya Berseragam Lengkap
Kita ketahui bahwa setiap hari senin sering diadakannya upacara. Upacara merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutinitas oleh setiap guru dan murid. Pada kegiatan inilah murid dituntut menggunakan seragam yang rapi, bersih serta lengkap. Kebanyakan siswa dihukum dikarenakan ada sesuatu yang tidak mereka bawa ketika kegiatan upacara berlangsung, seperti contoh : topi, dasi, sabuk, dll.
Dengan diharuskannya berseragam lengkap inilah yang membuat para siswa enggan mengikuti upacara. Namun hal ini juga menjadi sesuatu yang miris bagi penerus bangsa kita. Kita semua pasti mengharapkan generasi penerus bangsa kita adalah seseorang yang tangguh, bermental juara, disiplin serta tanggap dalam apapun. Tapi kenyataannya apabila kita lihat pada zaman sekarang ini, banyak generasi penerus bangsa kita yang rusak, bermental rendah, tidak disiplin serta keburukan lainnya yang tidak dapat saya sebutkan.
5 Alasan itulah yang mendominasi mengapa para siswa membenci hari senin. Apabila kita lihat dengan teliti, kebanyakan alasan-alasan diatas yang berhubungan dengan kegiatan upacara. Wah, sungguh sangat disayangkan. Kegiatan yang diadakan untuk mengenang jasa pahlawan justru membuat para siswa membenci hari senin.
Entah apa alasan para pelajar zaman sekarang sangat membenci upacara. Apabila kenyataannya seperti ini, maka peran guru serta orang tua sangatlah penting dalam menanamkan moral kebangsaan serta semangat juang para pahlawan ke dalam diri pelajar Indonesia. Kebanyakan penerus bangsa Indonesia saat ini sudah mulai termakan kemajuan zaman, yang dimana kemajuan zaman inilah yang menghilangkan sifat kebangsaan serta semangat juang pahlawan Indonesia itu sendiri.
Nah itulah alasan mengapa siswa membenci hari senin wahai Sahabat BroSib! Kira-kira kalian membenci hari senin juga tidak? Semoga saja tidak ya. Baiklah sekian yang bisa saya sampaikan dalam artikel kali ini. Apabila anda memiliki alasan lebih tentang mengapa siswa membenci hari senin, boleh dibagi melalui komentar di bawah ini. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai siswa yang membenci hari senin? Tulis juga tanggapanmu mengenai hal tersebut di kolom komentar.
Sekian, Terima Kasih.
Tag :
1000 Alasan,
Pendidikan
0 Komentar untuk "Alasan Mengapa Siswa Membenci Hari Senin"